PGRI Kabupaten Bekasi Angkat Suara Terkait Kendala Absensi Bisma Dan Kekosongan Guru Disekolah

banner 120x600

Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Kabupaten Bekasi dengan mengedepankan dialog sebagai wujud bahwa PGRI adalah organisasi intelektual.

“Kita jaga nama baik Kabupaten Bekasi dengan mengedepankan dialog sebagai wujud bahwa PGRI adalah organisasi intelektual,” kata Hamdani.

Adapun sejumlah usulan yang akan disampaikan PGRI Kabupaten Bekasi di antaranya, memperpanjang interval absensi masuk dari pukul 06.30–06.45 menjadi pukul 06.30–07.30, serta merubah sistem absensi berbasis lokasi menjadi non-lokasi.

Selain itu, PGRI juga meminta agar pengaktifan fitur edit kehadiran dapat segera diberikan bagi anggota yang mengalami kendala jaringan, mempermudah absensi untuk dinas luar, izin sakit, dan kebutuhan lain, serta memberikan ruang perbaikan dalam pengisian E-Kinerja melalui aplikasi Sikawan yang berpengaruh terhadap perhitungan TPP.

“Kami meminta tidak ada tambahan persyaratan baru dalam usulan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), di luar ketentuan yang sudah berlaku. Apabila usulan tidak dipenuhi, kami siap mendampingi anggota menyampaikan tuntutan secara langsung,” terangnya

(Iin.s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!