Geram! Ketua Gekrafs Palembang Sebut Pernyataan Said Didu Tuduhan Tanpa Data

Geram! Ketua Gekrafs Palembang Sebut Pernyataan Said Didu Tuduhan Tanpa Data
banner 120x600

Menurutnya, menyederhanakan sektor EO sebagai “Sarang Korupsi” adalah bentuk pengabaian terhadap kompleksitas dan profesionalisme kerja di dalamnya.

“EO itu kerja kolektif, melibatkan banyak profesi dari kreatif, produksi, teknis, hingga komunikasi. Semua bekerja dengan standar dan tanggung jawab tinggi, menyebutnya sebagai ladang korupsi adalah tuduhan yang merendahkan profesi,” tegasnya.

Sikap lebih keras juga disampaikan Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, ia menyebut pernyataan Said Didu sebagai “logika sesat” yang berpotensi merusak fondasi ekonomi kreatif nasional.

“Ini bukan lagi kritik, ini tuduhan liar. Menyebut industri EO sebagai sarang korupsi tanpa data adalah bentuk pembunuhan karakter terhadap pelaku industri kreatif,” kata Kawendra.

Ia menegaskan, sektor EO justru menjadi salah satu motor penggerak ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat dari pekerja lepas, vendor lokal, hingga UMKM, menurutnya, narasi negatif tanpa dasar hanya akan menciptakan distrust dan menghambat pertumbuhan sektor yang selama ini didorong pemerintah.

Kawendra juga membuka opsi langkah hukum sebagai respons terhadap tudingan yang dinilai mencemarkan nama baik industri.

Polemik ini kini berkembang menjadi perdebatan serius soal batas antara kritik dan tuduhan, banyak pihak menilai kritik publik memang penting dalam demokrasi, terutama terkait potensi penyimpangan anggaran. Namun tanpa data yang jelas, kritik bisa berubah menjadi stigma yang merusak.

Di tengah sorotan ini, pelaku industri justru menantang: jika benar ada praktik korupsi sistemik di sektor EO, bongkar secara terang, bukan dengan klaim besar tanpa bukti. (Rill)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!