Diduga Akibat Korupsi dan Nepotisme, K MAKI Sumsel Sebut SP2J Berpotensi Rugikan Negara Hingga 200 Miliar

K MAKI Sumsel
banner 120x600

Selain itu, penyebab lain kerugian SP2J juga diakibatkan rekruitmen karyawan yang diduga sarat dengan nepotisme keluarga dan kesukuan.

“Rekruitmen karyawan non keahlian juga menjadi beban keuangan perusahaan dan maintenance asset terabaikan,” tegasnya.

“Puncak dari carut marut manajemen dengan keuangan satu pintu di rekening induk usaha PT SP2J sehingga manajemen keuangan tanpa kendali dan atas keinginan pengurus holdin,” ucap Boni.

Menurut Boni, dampak dari manajemen keuangan yang terkesan tanpa kendali tersebut adalah pemberian subsidi ke BRT Musi untuk menutupi kekurangan biaya operasional.

Selain itu, beban karyawan dan aktivitas pengurus usaha berbiaya tinggi juga penyebab kas SP2J semakin memburuk dan unit usaha rontok satu per satu. “PLPJ yang menjadi andalan pendapatan holding SP2J rontok dengan hutang menggunung karena pembangkit stop operasional. Kalaupun pembangkit gas PLPJ di operasikakan maka biaya operasi lebih besar dari pendapatan,” kata Boni.

Disampaikannya, BRT Musi rontok juga dikarenakan biaya operasional tak tertupi dengan pendapatan karcis dan subsidi karena unit bus makin banyak yang rusak, hingga penyetopan operasional.

“Andalkan Jargas untuk menghidupi pengurus usaha dan sisa karyawan menjadikan SP2J ibarat menunggu sakratul maut. Dan baru – baru ini kantor pajak tagih hutang pajak yang mengguncang hampir Rp. 7 milyar yang tak mungkin terbayar. Perkara dugaan korupsi Jargas senilai Rp. 21 milyar terkesan mangkrak di tangan APH menambah catatan kelam SP2J,” tutupnya. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!