Diduga Akibat Korupsi dan Nepotisme, K MAKI Sumsel Sebut SP2J Berpotensi Rugikan Negara Hingga 200 Miliar

K MAKI Sumsel
banner 120x600

Palembang, Orbit Sumsel – Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel melalui Koordinator K MAKI Sumsel, Boni Belitong terus soroti Perusahaan Daerah PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang semakit merosot.

Bahkan, Boni Belitong juga menyayangkan SP2J selaku holding beberapa unit usaha yang saat ini dihidupkan hanya mengandalkan unit usaha Jaringan Gas (Jargas).

“Pembangkit Listrik Palembang Jaya mati total dengan hutang gas mendekati Rp. 50 milyar dan hutang Bank Rp. 118 milyar,” kata Boni, Jumat (15/12).

Tidak hanya itu saja, Boni juga menyebut, bahwa BRT Musi juga mangkrak dengan hutang tak terdeteksi kepada pihak ketiga sebesar Rp. 47 milyar serta investasi Jargas Rp. 21 milyar yang belum dipertanggung jawabkan, termasuk hutang gas senilai Rp. 9 milyar masih tertunggak.

“Yang terbaru adalah hutang pajak yang kabarnya senilai Rp. 7 milyar karena kesalahan manajemen SP2J,” ucapnya.

“Berawal dari pemindah bukuan kas SP2J sebesar Rp. 16 milyar dari rekening SP2J ke rekening Pemkot Palembang pada tahun 2014 atas keinginan Pemegang saham,” tambahnya.

Masih dikatakan Boni, penarikan kartu E-Money BRT Musi dan diganti dengan manual karcis juga menjadi salah satu penyebab perputaran kas BRT Musi tanpa kendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!