Berita  

Aktivis Perempuan Jakarta Nilai Perempuan Berpeluang Besar Menang di Pilkada 2024

Diskusi Publik Dema FITK UIN Raden Fatah Palembang
banner 120x600

Lebih lanjut dikatakan Elizabet terkait masih adanya diskriminas perempuan yang ikut dalam kontestasi Pilkada serta isu agama yang diangkat oleh lawan politik bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Elizabet mengulik kalau Indonesia pernah dipimpin seorang presiden perempuan.

“Contoh yang paling simpel yang sudah kita lalui dalam sejarah kita Indonesia pernah dipimpin seorang presiden perempuan. Kalau ini dianggap sebuah kesalahan itukan bisa digugat balik tapi sampai sekarang kan tidak,”jelasnya.

Sehingga isu – isu yang dimainkan lawan politik diskriminasi perempuan hanya literasi politik saja. Ketika masih ada masyarakat yang bisa termakan isu isu seperti itu artinya tidak ada pendidikan politik yang baik.

Ditempat yang sama Aktivis Pro Demokrasi Awaluddin Sitorus SE menambahkan, sebagai perwakilan mahasiswa Gen Z dan Milenial mendukung penuh kepala daerah di Palembang sosok perempuan. Sebab perempuan pun memiliki hak politik yang sama seperti pria sebagai warga negara Indonesia.

“Peraturan di Negara juga tidak melarang perempuan jadi pemimpin atau kepala daerah. Nah ini juga yang kami selalu sosialisasikan kepada masyarakat di Palembang,”ucapnya

“Kami dari kalangan aktivis mahasiswa mengimbau agar masyarakat jangan terprovokasi dengan isu yang tidak benar. Semua orang layak jadi pemimpin pria atau perempuan, apa lagi memiliki kualitas untuk membuat masyarakat Palembang kedepannya lebih sejahatera lagi,”pungkasnya. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!