Berita  

Berakhir Kisruh, Mahasiswa UIN Rafa Palembang Minta Oknum Sekuriti Kampus Meminta Maaf

Istimewa
banner 120x600

Palembang, Orbit Sumsel – Aksi protes untuk menggugat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 yang dianggap tak adil dalam hal alokasi peran dan porsi di Kampus UIN Raden Fatah (Rafa) Palembang berakhir Kisruh.

Pasalnya, aksi protes yang digelar oleh sejumlah kelompok mahasiswa yang menyebut diri mereka sebagai Cipayung Plus UIN Raden Fatah Palembang, pada Jumat (11/8) kemarin mendapatkan hadangan dari sejumlah pihak keamanan Rektorat kampus UIN Rafa Palembang.

Diketahui, organisasi mahasiswa Cipayung Plus UIN Raden Fatah Palembang tersebut, terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Dari aksi protes tersebut, terjadi kekisruhan yang menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami hal yang tidak mengenakan dari pihak keamanan kampus.

Salah seorang mahasiswa, Edrian, perwakilan dari Komisariat PMII UIN Raden Fatah, dan Alzani, perwakilan dari Koorkom HMI UIN Raden Fatah, diduga menjadi korban pemukulan yang dilancarkan oleh oknum keamanan kampus (Sekuriti). Insiden tersebut terjadi saat mereka menunggu kehadiran rektor yang hendak pulang.

“Kami Keluarga Besar PMII UIN Raden Fatah menuntut kepada Rektor agar memberhentikan satpam yang telah melakukan tindakan kekerasan kepada kader terbaik kami,” kata Syaidina Ali selaku Ketua Umum Komisariat PMII UIN Raden Fatah.

Ia juga menyampaikan, bahwa akan mengambil upaya hukum bilamana pelaku atau oknum sekuriti kampus tersebut tidak menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga besar PMII dalam waktu 1×24 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!