Keluarga Pasien Dan RSUD Leuwiliang Berdebat Hingga Mencuat Di Medsos

banner 120x600

RSUD Leuwiliang menyatakan bahwa ambulance tersedia, tetapi sopirnya belum ada. Keluarga pasien diminta menunggu hingga sopir tiba, tetapi mereka menilai ini sebagai alasan semata dan merasa bahwa RSUD tidak bersedia meminjamkan ambulance.

Dokter melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPGDT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil, namun suami dan keluarga pasien menolak.

“Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan sistem Rujukan (SPGDT) dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri, dan ternyata petugas rumah sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien tersebut,” Ungkapnya.

(RN)

Baca Juga  Polres Karawang Polda Jabar menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!