Berita  

ESP dan Sejarahwan Beri Masukan Walikota Soal Penanggulangan Banjir

Focus Group Discussion (FGD)
banner 120x600

Palembang, OrbitSumsel – Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) menggelar Focus Group Discussion (FGD) berjudul Palembang Banjir dan Banjir Lagi, Mau Sampai Kapan ? dengan sub tema “ Model dan Manajemen Efektif Guna Penanggulangan Permasalahan Banjir di Kota Palembang, Kamis (7/5/2026) di kantor DPD RI Sumatera Selatan, Palembang.

 

Dengan narasumber Walikota Palembang periode 2003-2013, Dr (c) Ir H Eddy Santana Putra MT , Sejarawan dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Dedi Irwanto MA , Asisten III Administrasi Umum Setda Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng.

Turut hadir diantaranya pengamat politik Sumsel Bagindo Togar BB, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Dinas Perhubungan Kota Palembang , perwakilan organisasi mahasiswa, pemuda, Lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat umum dan media.

 

Walikota Palembang periode 2003-2013, Dr (c) Ir H Eddy Santana Putra (ESP) MT menilai perlu ada manajemen pengendalian banjir kedepan di kota Palembang .

 

“Kita beri masukan ke Walikota , apa yang harus dilakukan dan pak Ratu Dewa ini orangnya suka belajar , alhamdulilah dia datang kesaya bertemu kami , diskusi panjang urusan banjir ini dan dia paham belum masalah banjir ini krusial yang harus diprioritaskan untuk di tangani segera ,” katanya.

 

Menurutnya untuk penanganan banjir ini perlu penambahan satgas , penambahan tempat samah agar orang tidak membuang sampah lagi di sungai dan saluran, perlu perallatan eksavator guna mengerukan di saluran-saluran.

 

ESP menyarankan ke Walikota Palembang untuk membuat gerakan sekaligus mengumpulkan camat, lurah dan seluruh OPD dan jajaran untuk melaksanakan gotong royong.

 

“ Kebetulan juga ada instruksi dari Presiden , Gerakan Indonesia Asri yang harus dilakukan selasa dan jumat, kalau saya sarankan jangan selasa , jumat yang penting kita laksanakan itu , yang bagus khan hari libur , kalau selasa, jumat jam 06.00 orang sudah pergi ke kantor kemana, kesekolah tapi kalau sabtu atau minggu , mulai jam 06.00 sampai jam 07.00 atau jam 08.00 serentak gotong royong di rumahnya masing-masing , didepan rumahnya masing-masing , dilingkungannya masing-masing ,” katanya.

 

Asisten III Administrasi Umum Setda Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari, ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng. mengatakan, ditahun 2026 program banjir akan berjalan dan secara fisik ditahun 2027 dan ada perubahan siknifikan di akhir tahun 2027.

 

“ Kita punya program baik Bantuan dari provinsi , nasional dan kita juga minta bantuan ke internasional dan diharapkan banjir di kota Palembang dapat di minimalisir, ketinggiannya, waktunya dan luasan genangan akan berkurang,”katanya.

 

Selain itu menurutnya Sungai Musi sudah lama tidak di keruk sehingga sedimentasinya agak tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!