Akankah Menyeret Kepala Daerah Penghentian Operasional PLPJ, K MAKI : Membuka Tayang Dugaan Korupsi BUMD

Foto : Deputy Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) Ir. Feri Kurniawan
banner 120x600

Palembang, orbitSumsel – Penghentian operasional anak usaha SP2J yaitu Pembangkit Listrik Palembang Jaya (PLPJ) pukul 00.00 wib 1 juli 2023 yang lalu  diduga belum terbayarnya hutang gas kepada EP Pertamina sebesar Rp. 40 miliar membuka mata masyarakat tentang buruknya kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bisnis oriented yang sangat menguntungkan menjadi hancur yang diduga kurang profesional dalam pengelolahan manajemennya.

Dalam semangatnya Defuty K MAKI mengatakan ” seperti taoke alias pengusaha yang sukses bermodal semangat dan makan bubur garam melakoni bisnis gurem dan menjadi sangat besar karena Professional serta mempunyai visi bisnis oriented”, ucap Feri, Senin (3/7)

“Sementara Dirut BUMD entah dari kalangan apa diangkat pertama kali sudah menerima gaji kisaran Rp. 50 juta dengan kemampuan sangat minim di bidang bisnis oriented”, kata Feri Deputy K MAKI

“Penyertaan modal puluhan bahkan ratusan miliar untuk bisnis yang tidak akuntabel dan hanya bermodal proyeksi bisnis menjadikan uang penyertaan modal amblas untuk gaji dan biaya operasional”, papar Feri Kurniawan.

“Contoh didepan mata adalah SP2J dengan anak usaha yang sangat menguntungkan yaitu Pembangkit Listrik bisa bangkrut di tangan Direksi yang tidak berpengetahuan bisnis oriented dan tidak professional dalam menjalankan suatu usaha”, ucap Feri dengan nada keras.

“Gas tidak terbayar, hutang tak terbayar dan duit jual listrik entah kemana namun belum ada pendapat inspektorat Kota Palembang untuk melaporkan ke APH yang di duga ada permainan aerta adanya indikasi korupsi di tubuh BUMD”, ulas Feri Kurniawan.

“Enteng – enteng saja lah jangan berpikir berat terkait SP2J, mana tanggung jawab uang subsidi Transmusi, mana keluar masuk uang Jargas kota dan investasi yang gelontorkan dana puluhan miliar serta berapa penghasilan Pembangkit Listrik Gas sehingga hutang tak terbayar dan mesin rusak berat”, tutur Feri Kurniawan.

“Ini uang negara yang dipungut dari pajak bukan uang neneknya yang seenak perut di pergunakan tanpa rasa tanggung jawab, saya minta dengan hormat agar di usut tuntas oleh Aparat Penegak Hukum sampai ke akar akarnya, siapapun yang terlibat harus di tindak tegas”, tegas Feri Kurniawan.

“Ini perkara mudah untuk dilakukan penyidikan dan penjarakan dalam waktu yang sangat lama”, pungkas Feri Kurniawan. (rill)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!